ASI merupakan bentuk kasih
sayang ibu kepada anak yang baru dilahirkannya, karena memberikan makanan yang
cocok dan sehat, serta mampu memberi kekebalan pada tubuh bayi. Alangkah
ruginya bila seorang ibu tidak mau, atau tidak bisa menyusui bayinya.
Ketika
para ilmuwan menemukan bahwa wanita yang tidak komitmen dengan masa menyusui biasanya berpotensi terkena kanker payudara.
Kanker tersebut merupakan momok yang sangat ditakutkan para wanita, dan menjadi
penyakit yang banyak diidap kaum hawa di banyak negara di dunia.
Penelitian ilmiah menyebutkan bahwa wanita yang komitmen
dengan masa menyusui akan terhindar dari
pengaruh hormon estrogen yang berbahaya. Ini mengingat, kanker payudara terjadi
disebabkan menumpuknya estrogen pada tubuh, sehingga memicu pembengkakan pada
payudara dan pembusukan rahim. Dan menyusui merupakan sebuah proses hormonal
yang terjadi salah satunya yaitu menekan kadar hormon estrogen.
“Menyusui bukan hanya baik untuk bayi tapi juga si ibu,”
kata ketua peneliti Dr. Alison M. Stuebe dari Universitas North Carolina,
Chapel Hill, Amerika Serikat (AS), sebagaimana dilansir doktersehat.com. Kesimpulan
studi ini diperoleh dari penelitian terhadap 60.075 perawat yang baru
melahirkan dan berpartisipasi dalam studi Nurse’s Health Study yang berlangsung
antara tahun 1997 dan 2005.
Pada akhir Juni 2005 diketahui ada 608 wanita (sekitar satu
persen) yang menderita kanker payudara di usia sekitar 46 tahun. Selain itu
para peneliti juga melaporkan, wanita yang keluarga dekatnya menderita kanker
payudara, risikonya berkurang hingga 59 persen bila mereka menyusui bayinya.
Berdasarkan penelitian, bila seorang wanita tidak menyusui,
jaringan di payudaranya akan kembali seperti pada saat sebelum hamil dan hal
ini bisa menyebabkan terjadinya peradangan. Peradangan yang berlangsung sangat
progresif diketahui berkaitan dengan kanker payudara.
Secara general, menyusui sangat berguna bagi kesehatan. Di
antaranya, dapat mengurangi perdarahan setelah persalinan, mempercepat
pengecilan rahim, menunda masa subur, mengurangi anemia, mencegah kanker
ovarium dan kanker payudara, serta menjaga ibu agar tetap langsing dan cantik.
Menyusui sangat berguna bagi kesehatan, di antaranya
mempercepat pengecilan rahim, mencegah kanker ovarium dan kanker payudara.
Sebuah laporan penelitian dalam Jurnal Obstetri dan
Ginekologi yang dilakukan oleh sejumlah peneliti dari Center for Research on
Health Care, University of Pittsburgh, melaporkan bahwa perempuan yang menyusui
lebih dari 12 bulan bisa mengurangi risiko terkena penyakit jantung hingga 10
persen.
Penelitian ini melibatkan 140.000 perempuan menopause dengan
rata-rata usia 63 tahun. Perempuan tersebut memberikan informasi mengenai pola
makan dan sejarah menyusui, data BMI (body mass index) serta
riwayat medis. Selama penelitian partisipan dikirimkan laporan medisnya dan
waktu rata-rata penelitian ini adalah 8 tahun.
Sayangnya, masih ada sebagian wanita yang menganggap
memberikan ASI kepada bayi sering dianggap ketinggalan zaman dan merusak bentuk
tubuh. Alih-alih ingin menjaga keindahan fisik, sang bayi justru tidak
mendapatkan sumber makanan alami penting yang dibutuhkan.
Padahal, bayi yang
baru lahir merupakan amanah dari Allah yang
harus mendapatkan perawatan terbaik, dan menyusui merupakan salah satu
cara perawatan yang terbaik. Sehingga, sangat dianjrkan memberikan ASI kepada bayi, meskipun tidak harus melalui ibunya sendiri.
SEMOGA BERMANFAAT!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar